8 Tips Investasi Yang Anda Harap Bisa Katakan Kepada Orang Yang Lebih Muda Dari Anda

Terkadang saya melihat kembali masa laluku sebagai seorang investor muda dan ingin menendang diriku. Saya benar-benar tidak mengetahui apa yang saya lakukan saat itu, dan membuat sejumlah kesalahan yang memakan biaya dalam jangka panjang.

Saya belajar banyak dan benar-benar menikmati proses investasi serta menabung sekarang. Tetapi saya berharap jikalau diriku ini bisa kembali ke masa lalu dan menawarkan diriku saat masih muda beberapa tips yang baik. Dibawah ini adalah daftar dari tips investasi untuk “pemuda” yang mudah-mudahan bisa mereka simak sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang saya lakukan dulu.

  1. Memahami tingkat laba bunga majemuk

Pensiun adalah salah satu hal terakhir yang anda pikirkan disaat anda hampir sudah tidak ada waktu lagi dalam dunia pekerjaan. “Apa? Pensiun? Saya baru berusia 22 tahun!”. Mungkin terdengar gila, menginvestasikan uang sejak usia dini adalah bagian terpenting agar anda bisa memiliki sarang telur yang besar saat pensiun nanti. Semakin awal anda mulai berinvestasi, maka semakin banyak waktu yang akan menumbuhkan uang anda. Dan dengan jangka waktu yang lama, anda tidak perlu khawatir dengan pasang surut pasar.

  1. Membiasakan diri dengan akun masa pensiun

Jika anda memiliki uang, mungkin akan sangat menggoda sebagai anak muda untuk membuka akun bersama makelar dan mulai melakukan pembelian serta penjualan. Tetapi hal penting pertama yaitu memahami dasar-dasar dari akun masa pensiun dan keuntungan yang mereka tawarkan kepada pihak investor. Individual Retirement Accounts (atau IRA’s) bersamaan dengan rencana 401(k) dapat mengijinkan anda untuk menabung dana masa pensiun serta mendapatkan keuntungan dari pajak yang besar disepanjang jalan.

  1. Jangan membeli ini itu – sebaliknya, investasikan uang anda

Saya merasa ngeri saat saya berpikir tentang hal-hal yang saya beli dan tidak berguna dimana saya kala itu masih remaja atau berumur 20 tahun-an. Semua anggaran dipakai untuk membeli pakaian, music, film, permainan computer, makanan mahal bersama teman-teman…. Saya punya banyak cerita menyenangkan di masa muda, tetapi saya bisa memiliki banyak hal menyenangkan apabila hidup hemat, dan saya berpikir tentang seberapa banyak uang yang bisa saya kumpulkan untuk membeli saham – sebagai gantinya. Bahkan, sejumlah modal kecil yang ditempatkan didalam dana indeks saat berumur 18 tahun memiliki potensi untuk bertumbuh menjadi jumlah yang kokoh. Saya berharap bisa kembali ke masa lalu dan memberitahu diriku untuk menempatkan setidaknya sebagian uang belanjaku di akun yang dapat membangun nilai untuk masa depa saya nanti.

  1. Menginvestasikan kembali dividen mereka

Sebagai investor muda, saya gunakan untuk mendapatkan cek dividen dari perusahaan saham yang kepunyaanku. Dan seringkali, saya akan menggunakan uang tersebut untuk pergi dan memperlakukan diri: film, makan di luar, perjalanan liburan dan pakaian modis. Sedikit yang saya tahu adalah saya bisa menggunakan dividen tersebut agar dengan mudah membeli saham lebih banyak lagi. Bayangkan pertumbuhan portofolio yang tak hanya menyaksikan pertumbuhan harga saham, namun juga peningkatan jumlah saham. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk berlatih metode “Dollar-Cost Averaging” karena anda menggunakan dividen untuk membeli saham lebih banyak saat harga turun dan saham lebih sedikit saat harganya meningkat.

  1. Jangan panic

Apabila anda tergolong investor baru, ini bisa menjadi hal yang mengejutkan saat anda menyaksikan nilai saham anjlok. Tentu sangat menggoda untuk menarik uang anda keluar dari pasar saat anda melihat investasi anda menurun secara drastic. Tetapi saya melihat di masa lalu sekarang dimana saya menjual saham-saham saat dalam kondisi panic, dan berharap saya benar-benar telah meraihnya kembali karena semua kondisi akan stabil lagi dan menghasilkan keuntungan bagi saya dari waktu ke waktu. Anda harus bener dan paham tentang pelajari cara cepat kaya raya dari penghasilan tambahan dari investasi online yang halal menurut islam.

  1. Berhenti untuk memeriksa investasimu setiap hari

Investasi naik. Investasi turun. Lalu naik lagi. Melacaknya setiap hari benar-benar melakukan sesuatu tanpa tujuan, dan hanya akan membuat anda stress. Dengan memerika portofoliomu hanya sekali dalam seminggu atau lebih, anda akan kurang tergoda untuk membeli dan menjual berdasarkan reaksi emosional terhadap pergerakan pasar.

  1. Jangan coba-coba memilih saham

Memang diakui, sangat menyenangkan pada awalnya untuk memilih perusahaan yang anda kenal, membeli sejumlah saham, dan melihat bagaimana mereka bekerja. Ini sebenarnya bukanlah cara yang buruk untuk mendapatkan kenyamanan dengan kinerja dari pasar saham itu sendiri. Tetapi jika anda ingin menghasilkan uang dalam jangka panjang, mencoba untuk membuat portofolio saham individu yang pada akhirnya tidak menjadi efektif dan bahkan mungkin frustasi. Sebagai anak muda yang baik, alangkah baiknya anda menempatkan sebagian besar uangmu ke dalam dana indeks yang melacak S&P 500 atau pasar saham secara keseluruhan. Ini akan menghasilkan keuntungan yang solid selama tahun-tahun mendatang.

  1. Mengetahui sesuatu yang anda investasikan didalamnya

Saya ingat saat pertama kali mulai menempatkan uang di 401(k), dan memiliki pilihan untuk berinvestasi di sejumlah reksa dana yang berbeda. Saya menyebarkan uang tersebut secara merata dan menyeluruh, serta percaya bahwa hal itu merupakan jalan diversifikasi. Setelah beberapa waktu, saya mulai meneliti setiap kepemilikan dananya, dan menyadari bahwa banyak dari mereka yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan besar yang sama. Ternyata saya tidak melakukan “diversifikasi” sama sekali. Pelajaran yang saya pelajari adalah sebelum anda menginvestasikan uang, coba milikilah ide yang ingin anda investasikan didalamnya. Pelajarilah cara membaca prospectus reksa dana dan laporan labanya.